BAB 2 : TINJAUAN PUSTAKA
1.1 PENGERTIAN
Fermentasi berasal dari bahasa latin yakni “Fervere” yang berarti merebus (to boil) yang didapat dari bentuk nya
yang seperti mendidih dan bergelembung. Gelembung ini berisi karbondioksida
yang terjadi akibat aktivitas ragi pada ekstraksi buah-buahan atau biji-bijian
hasil dari katabolisme anaerobic terhadap gula. Pengertian fermentasi
sebenarnya berbeda antara ahli mikrobiologi dengan ahli biokimia. Di dalam
kalangan ahli biokimia fermentasi merujuk kepada proses biokimia yang mengubah
molekul organik yang lebih besar menjadi lebih kecil dengan bantuan
mikroorganisme. Sedangkan ahli mikrobiologi menyatakan fermentasi sebagai
proses untuk menghasilkan suatu produk dari kultur mikroorganisme.
Fermentasi dapat meningkatkan nilai gizi bahan yang
berkualitas rendah serta berfungsi dalam pengawetan bahan dan merupakan suatu
cara untuk menghilangkan zat anti nutrisi atau racun yang terkandung dalam
suatu bahan makanan.
Mikroba yang paling banyak digunakan dalam fermentasi
adalah kamir, kapang, dan bakteri. Syarat miroba bisa dijadikan dalam proses
fermentasi adalah: Murni, Unggul,
Stabil, Bukan Pathogen. Berikut adalah beberapa jenis mikroba yang terlibat
dalam fermentasi:
- Bakteri
Jumlah bakteri di dunia sangat banyak, dapat
dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna namun tak urung juga banyak jenisnya
yang merugikan bagi manusia. Dalam kaitannya dengan mikrobiologi pangan,
pengelompokkan bakteri berdasarkan sifat pertumbuhannya pada makanan lebih
penting daripada pengelompokkan berdasarkan sifat. Pengelompokkan bakteri
berdasarkan sifat pertmbuhan pada makanan sebagai berikut:
v Bakteri asam laktat
v Psikotropik
v Bakteri asam asetat
v Bakteri halofilik
v Bakteri asam butirat dan
proionat
v Bakteri osmofilik
v Bakteri proteolitik
v Bakteri berpigmen
v Bakteri pembentuk lender
v Bakteri lipotik
v Bakteri sakarorik
v Bakteri pembentuk gas
v Bakteri peklitik
v Koliform
v Bakteri termofilik
- Fungi
Fungi atau bisa disebut juga kapang termasuk dalam
phylum Mycota yang paling penting dalam industry adalah Zygomicota (di
antaranya adalah Mucor dan Rhizopus), Ascomicota, dan Deutoromicota (seperti
Penicilium, dan Trichoderma). Suhu tumbuh kebanyakan kapang bersifat mesofilik
yaitu tumbuh baik pada suhu kamar yang optimumnya 25-35 oC tetapi
beberapa ada yang bisa tumbuh pada kisaran suhu 35-37 oC dan kapang
psikofilik dapat tumbuh di dalam lemari es.
Kapang dapat mensintesis protein dengan mengambil
sumber karbon dari karbohidrat (glukosa, sukrosa, atau maltose), sumber
nitrogen dari bahan organic maupun anorganik, dan mineral dari substrat.
1.2 SEJARAH
Tahap
pertama industri fermentasi dimulai sebelum tahun 1900, yaitu mulai pembuatan alkohol
dan vinegar. Di Arab produksi dalam skala besar dimulai tahun 1700.
Pengembangan proses dengan menggunakan termometer dimulai tahun 1757 dan
pemindahan panas pada tahun 1801. Pada pertengahan abad 19, fungsi khamir dalam
fermentasi alkohol mulai dikembangkan. Pada akhir abad 19 mulai digunakan
kultur murni khamir padapembuatan starter. Seorang ilmuan mikrobiologi Prancis
Loius Pasteur (1822-1895) menyebut fermentasi dengan proses la vie sans air atau hidup tanpa udara.
Fermentasi terjadi tanpa udara dan juga dikenal juga sebagai anaerobic proses.
Tahap
ke dua yaitu dari tahun 1900 - 1940 dengan mulai dikembangkan produk baru
seperti massa sel khamir, gliserol, asam sitrat, asam laktat dan
aseton-butanol. Pembuatan ragi roti merupakan proses aerob sehingga sel tumbuh
cepat.
Pada
tahap ke tiga mulai dihasilkan penisilin pada kultur submerged secara aseptis.
Produksi penisilin secara aerob sangat mudah mengalami kontaminasi, terutama
pemasukkan udara dalam skala besar. Program pengembangan strain dilakukan dalam
pilot-plant. Pada tahap ini (1940 sampai sekarang) banyak ditemukan
proses-proses baru diantaranya antibiotik yang lain, vitamin, gibrelin, asam
amino, enzim dan transformasi steroid.
Tahap
ke empat (1960 sampai sekarang), sejumlah perusahaan besar meneliti tentang
produksi protein sel tunggal untuk ternak. Tahap ini merupakan pengembangan
tahap ke tiga dengan skala lebih besar, dengan kemungkinan harga jual yang
lebih rendah. Mulai tahap ini semakin diperhatikan kontrol peralatan dan proses
menggunakan kontrol computer dan mulai dilakukan penelitian strain yang
digunakan melalui rekayasa genetik.
Tahap
ke lima (1979 sampai sekarang) mulai diteliti dan diproduksi senyawaan yang
tidak umum dihasilkan mikrobia seperti interferon, insulin dengan manipulasi
genetik. Produksi konvensional juga dapat ditingkatkan melalui rekayasa
genetik. Perkembangan tahap ini semakin canggih sesuai perkembangan
bioteknologi.
1.3 TEORI/PROSES
Fermentasi
dapat dilakukan dengan metode kultur permukaan dan kultur terendam. Medium
kultur permukaan dapat berupa medium padat, semipadat, dan cair. Sedangkan
kultur terendam dilakukan dalam medium cair menggunakan bioreactor yang dapat
berupa labu yang diberi aerasi, labu digoyang denga shaker atau fermentator.
Dibandingkan
dengan medium padat, medium cair mempunyai beberapa kelebihan yaitu:
1.
Jenis dan konsentrasi komponen-komponen medium dapat diatur
sesuai dengan yang diinginkan,
2.
Dapat memberikan kondisi yang optimum untuk pertumbuhan,
3.
Pemakaian medium lebih efisien.
Fermentasi cair sudah
dimanfaatkan sejak dahulu kala seperti pembuatan asam asetat secara
tradisional. Namun dewasa ini cara ini sudah mulai digeser dengan adanya
fermentasi terendam yang lebih efsien, khususnya dalam memproduksi
produk-produk fermentasi yang benilai ekonomis tinggi dan menghendaki
sterilitas yang tinggi, seperti misalnya produksi antibiotika.
Jenis-jenis fermentasi media
cair:
Ø Fermentasi yang diagitasi
dimana substratnya larut dalam air
Ø Fermentasi yang diagitasi
dimana zat yang tak larut dalam air tersuspensi dalam fase cair
Ø Fermentasi yang diagitasi
dimana zat cair yang tak larut dalam air tersuspensi dalma fase cair
Ø Fermentasi yang tidak
diagitasi dimana substratnya larut dalam fase air.
Fermentasi padat juga
mempunyai keuntungan jika dibandingkan dengan fase cair, seperti:
1.
Medium sederhana
2.
Ruang untuk perlengkapan kecil
3.
Inokulum sederhana
4.
Kondisi pertumbuhan fungimendekati kondisi habitat alaminya
5.
Aerasi dihasilkan dengan mudah karena ada ruang di antara
tiap partikel substrat
6.
Produk yang dihasilkan dapat dipanen dengan mudah.
Fermentasi padatdipengaruhi
oleh kadar air, temperature, dan pertukaran gas.
Secara
umum terdapat 4 proses fermentasi, sbb:
- Fermentasi yang
memproduksi sel mikroba (biomass)
Produksi
komersial dari biomass dapat dibedakan menjadi produksi yeast untuk industry
roti, dan produksi sel mikroba untuk digunakan sebagai makanan manusia ada
hewan. Produksi sel mikroba dapat dibagi menjadi 2 yakni, produksi ragi dan
produksi protein sel tunggal sebagai pangan maupun pakan. Produksi sel mikrobia
yang telah berkembang di Indonesia adalah inokulum tempe dan ragi tape.
Inokulum
tempe telah tersedia mulai dari bentuk tradisional (pada daun waru) sampai
taraf industri (bentuk tepung kemas) yang terbuat dari inokulum murni baik
tunggal maupun campuran. Ragi tape masih dikerjakan secara tradisional sehingga
komposisi mikroorganismenya juga beragam. Saat ini sel mikrobia non-inokulum
juga mulai dikembangkan. Mikrobiaini utamanya adalah bakteri probiotik
- Fermentasi yang
menghasilkan enzim dari mikroba
Secara komersial enzim dapat diproduksi oleh tanaman,
hewan, dan mikroba, namun enzim yang dihasilkan oleh mikroba memiliki beberapa
keunggulan yakni, dapat diproduksi dengan jumlah besar dan mudah untuk
meningkatkan produktivitasnya.
Enzim-enzim
mikrobia yang mulai dikembangkan di Indonesia misalnya lipase untuk deterjen serta
untuk produksi gliserol dan penyediaan asam lemak bebas bagi pembuatan Fatty
Acid Methyl Ester (FAME) yang penting dalam industri biofarmasi.
- Fermentasi yang
menghasilkan metabolit mikroba
Metabolit mikroba dapat dibedakan menjadi 2
yakni,metabolit primer dan sekunder. Produk metabolisme primer yang dianggap
penting contohnya etanol, asam sitrat, polisakarida, aseton, butanol, dan
vitamin. Sedangkan metabolit sekunder yang dihasilkan miroba contohnya
antibiotic, pemacu pertumbuhan, inhibitor enzim, dan lain lain.
- Proses transformasi
Sel mikroba dapat digunakan untuk mnegubah suatu
senyawa menjadi sneyawa lain yang masih memiliki kemiripan struktur namun
memiliki nilai komersil yang lebih tinggi.
Komponen proses fermentasi:
1.
Susunan medium yang digunakan selama pengembangan inokulum dan di dalam
fermentor.
2.
Sterilisasi medium, fermentor dan peralatan yang lain.
3.
Aktivitas produksi, pemanfaatan kultur murni, jumlah inokulum untuk produksi.
4.
Pertumbuhan mikrobia dalam fermentor produksi pada kondisi optimum untuk
pembentukan hasil.
5.
Ekstraksi produk dan pemurnian.
6.
Penanganan limbah yang dihasilkan selama proses.

Gambar: Skema
umum proses fermentasi
1.4 KEGUNAAN
Fermentasi
dapat di gunakan dalam mengahasilkan bermacam-macam produk, yakni:

Gambar:
Kegunaan Fermentasi
BAB 3 : PENUTUP
2.1 Kesimpulan
- Fermentasi menghasilkan karbondioksida hasil dari pemecahan glukosa.
- Fermentasi dimulai oleh Ilmuan Arab.
- Mikroba yang paling banyak digunakan dalam fermentasi adalah kamir, kapang, dan bakteri.
- Syarat miroba bisa dijadikan dalam proses fermentasi adalah: Murni, Unggul, Stabil, Bukan Pathogen.
- Fermentasi bisa dilakukan dalam medium padang, cair, dan terendam.
2.2 Saran
Dalam
pembuatan makalah ini masih terdapat banyak keurangan, oleh sebab itu semoga
dalam pembuatan makalah selanjutnya dapat lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Ed. K. Lee Lerner and Brenda Wilmoth Lerner. Vol. 3. 4th ed. Detroit: Gale, 2008. p1701-1703. COPYRIGHT 2008 Gale, Cengage LearningDavid E. Newton
Hidayat, Nur dan Sri
Suhartini. 2013. “ Fermentasi”. Diakses dalam bahan ajar http://tekpan.unimus.ac.id/wp-content/uploads/2013/10/Kuliah-11-Mikrobiologi-fermentasi.pdf
pada pada 13 September 2016 pukul 21:24 WIB.
JaJo. 2008. “ Teknologi
Pengolahan Limbah untuk Pakan”. Diakses dalam https://jajo66.files.wordpress.com/2008/03/6fermentasi.pdf
pada pada 13 September 2016 pukul 21:24 WIB.
Sulistyaningrum, Lucia Suci.
2008. “Optimasi Fermentasi”. Diakses dalam http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/126081-FAR.033-08-Optimasi%20fermentasi-Literatur.pdf
pada 13 September 2016 pukul 21:24 WIB.







Sugoi ne, Onee-chan...^^
BalasHapusDoiteshimashite...
Hapus